Bidadari

| | Comments (0)

Bidadari ku....

Aku termenung sendiri,
meramal mimpi,
menilik nasib,
pada bintang yang sepi,

adakah cahaya kan kembali
menerangi hati ini,
adakah kau kan kembali,
menyinari hidup ini,

aku terpaku sayu,
mengenang saat itu,
diriku terasa bagaikan,
tanpa arah dilautan,

Bidadari ku....

dimanakah dikau menyepi,
meninggalkan aku sendiri,
membuatkan jiwa ini,
pilu termanggu tanpa erti,

ku mencari-cari, apakah erti,
kehidupan ini, tanpa mu disisi,
terpinga-pinga aku,
tanpa dirimu,

datang yang pertama,
memberi kata,
menyemai harapan,
menyemat kepastian,

Bidadari ku....

ku berdoa pada ilahi
dengan kuasa nabi-nabi
dengan ilham dari,
penakluk alami,

agar mungkin ku miliki,
diri mu kembali,
ku berusaha sedaya diri,
mencari bidadari hati,

Bidadari ku...

ku bermunajat pada ilahi,
menyatakan kesyukuran diri,
melihat diri mu kembali,
aku bersyukur semungkin diri,

ku dengar rintih mu,
ku rasa sakit mu,
diri ini merasai deritamu,
hati ini terasa lukamu,

Bidadari ku....

kesakitan mu menyiat rasa,
merodak jiwa dan raga,
ku berserah pada Nya,
diri terasa kerdil dibandingNya.

ku bersyukur ya Ilahi
mengembali cahaya hati

tak mungkin diri ini,
hidup tanpa bidadari,
tak mungkin diterusi
cabaran hidup ini,

Bidadari ku.....

ku mencintaimu sepenuh jiwa,
tak mungkin terucap sepenuhnya,
apa yang ternukil didada
hanya mampu di rasa.


=======
I forgot the date I wrote this one because I'm trying to forget the incident that inspired me to wrote it....

Categories

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by karlbum published on April 30, 2003 1:22 AM.

Staring At The Cloudless Sky was the previous entry in this blog.

Bidadari II is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.0